Kamis, 18 April 2013

Analisa Media Cetak



ANALISA MEDIA CETAK


Analisa terhadab beberapa media cetak yang terbit di Indonesia. Bebargai macam media cetak yang beredar di negara kita, mulai dari media mengenai gaya hidup,ekonomi dan politik, serta media mengenai olahraga. Yang pertama mungkin coba uraikan arti media cetak dalam sebuah pengertian, media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari  medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian siswa. Media cetak merupakan suatu media yang bersifat statis dan mengutamakan pesan-pesan visual. Media cetak terdiri dari lembaran-lembaran kertas dengan sejumlah kata, gambar, atau foto dengan tata warna dan halaman putih.

Dibawah ini merupakan beberapa karakter yang dimiliki beberapa mdia cetak serta dilengkapi dengan kelemahan dan kelebihan majalah tersebut.


·        Ekonomi dan Politik

TEMPO


KARAKTER MEDIA
KELEMAHAN MEDIA
KELEBIHAN MEDIA
1.       TEMPO merupakan media independent yang bersih dari campur tangan para pengusaha. Sekaligus dapat memberikan berita yang berimbang dan proporsional
2.       Dilihat dari berita yang dimuat TEMPO bukan jenis media cetak yang latah. TEMPO tidak menyajikan berita yang hanya sekedar menghibur , namun TEMPO memperhatikan bobot informasi yang disajikan.
3.       Lahir dari seorang sastrawan, bukan hanya berita mengenai politik namun juga menyajikan informasi mengenai sastra
1.       Terkadang tidak kontrol terhadap isi dan tampilan halaman, sehingga menimbulkan banyak kontroversi.
2.       Pernah terlibat beberapa kasus hukum.
1.       Berita yang dimuat selalu baru dan merupakan informasi yang penting .
2.       Berita dari dalam dan luar negeri.
3.       Dilengkapi juga dengan berita Olahraga
GATRA


KARAKTER MEDIA
KELEMAHAN MEDIA
KELEBIHAN MEDIA
1.       Majalah GATRA terkesan cukup garang dalam menyoroti berita Tentang Politik. Berita yang disajikan memang cukup berat dan merupakan berita yang membuat kening berkerut.
2.       Majalah yang diperuntukan untuk kalangan menengah kaeatas, dari harga maupun isinya.
1.       Bahasa yang digunakan terlalu berat untuk dimengerti.
2.       Diperuntukan untuk kalangan menengah ke atas.
3.       Harga majalah terlalu Mahal dari majalah yang lain.
1.       Merupakan informasi penting di dunia politik dan ekonomi.
2.       Sudut Pandang berita lebih fokus
3.        


·        GAYA HIDUP

GADIS


KARAKTER MEDIA
KELEMAHAN MEDIA
KELEBIHAN MEDIA
1.       Majalah GADIS merupakan majalah gaya hidup untuk wanita, terutama wanita remaja. Tampilan majalah GADIS menggunakan konsep full color, dan tidak lepas dari pola yang disenangi oleh remaja.
2.       Rubrik yang ditampilkan juga banyak membahas mengenai kehidupan dan style anak muda khususnya wanita.
3.       Majalah gadis selain sebagai majalah kaula muda juga sebagai media yang dapat mengasah bakat untuk menuju sukses.
1.       Mata jadi mudah lelah ketika memlihat tampilan warna yang terlalu banyak di dalam majalah ini.
2.       Mengajarkan untuk hidup boros dengan gaya hidup ala anak muda jaman sekarang.
3.        
1.       Wanita remaja banyak yang mengagumi majalah ini.
2.       Banyak edukasi mengenai wanita yang bisa dipelajari.
3.       Rubrik mengenai ramalan bintang tersaji lebih lengkap.
4.       Perlombaan gadis sampul juga semakin menambah menarik wanita remaja untuk membeli majalah ini.
FEMINA


KARAKTER MEDIA
KELEMAHAN MEDIA
KELEBIHAN MEDIA

1.        
1.       Tampilan halaman cukup menarik dan elegan.
2.       Dapat dinikmati oleh wanita dari berbagai kalangan dan usia.



·        OLAHRAGA

BOLA


KARAKTER MEDIA
KELEMAHAN MEDIA
KELEBIHAN MEDIA
1.       Tabloid olahraga yang menyajikan berbagai macam jenis berita tentang olahraga baik dari dalam maupun luar negeri.
2.       Lebih kuat terhadap berita olahraga khususnya sepak bola.
1.       Tidak terbit setiap hari
2.       Porsi berita sepak bola lebih banyak dan tidak berimbang dari berita olahraga yang lain.
1.       Berita mengenai sepak bola lebih lengkap.
2.       Info yang disajikan lebih tepat.
3.       Narasumber yang dihadirkan benar-benar orang yang paham dengan informasinya.
4.       Tampilan halaman lebih menarik.


TOPSKOR


KARAKTER MEDIA
KELEMAHAN MEDIA
KELEBIHAN MEDIA
1.       Taboid yang hampir sama dengan BOLA namun isi dari pada berita di dalamnya lebih cukup berimbang.
2.       Dengan hadir setiap hari sehingga menjadi lebih update.
1.        
1.        

Senin, 01 April 2013

berita digitalisasi radio


Pemerintah Usahakan Digitalisasi Radio

Jumat, 27 Juli 2007 17:43 WIB

Gorontalo (ANTARA News) - Pemerintah sedang mengusahakan agar stasiun-stasiun radio di dalam negeri menggunakan teknologi digital dalam menyiarkan program-programnya kepada masyarakat dan meninggalkan peralatan analog yang sekarang digunakan.

"Ini salah satu kemajuan teknologi di negara kita, terlebih lagi radio digital menjanjikan banyak kemudahan," kata anggota Tim Nasional Migrasi Sistem Penyiaran, Edy Stiadi, di Gorontalo, Jumat.

Radio digital, katanya, memiliki suara yang lebih baik dengan kualitas prima, tahan terhadap gangguan interferensi misalnya suara dari signal radio yang lain.

Radio ini juga dilengkapi dengan layanan-layanan baru yang bersifat interaktif dan ubiquitous, atau kapan saja, dimana saja, dan dengan alat apa saja.

Tak hanya itu, ia menjelaskan bahwa sistem ini mengakibatkan pemanfaatan spektrum frekuensi menjadi optimal, sehingga pada satu kanal (saluran) dimungkinkan diisi oleh banyak program radio.

"Juga memiliki kemampuan Single Frequency Network, sehingga penggunaan frekuensi sangat efisien," tambahnya.

Sederet keuntunga lain yang bisa diperoleh dengan digital yakni mutu suara lebih baik, mutu signal yang lebih stabil, efisiensi daya pancar serta efisiensi infrastruktur.

Menurut dia, hingga kini radio digital telah diujicobakan di IBOC-AM Surabaya, IBOC-FM di Jakarta serta T-DAB di Jakarta pada September 2006.(*)



di akses 1 April 2013, 03:40 http://www.antaranews.com/view/?i=1185533020&c=TEK&s=

Kamis, 21 Maret 2013

digital televisi dan dampak nya


Siaran televisi digital di Indonesia sudah tidak dapat terelakkan lagi keberadaannya. Sistem penyiaran digital merupakan perkembangan yang sangat pesat di dunia penyiaran dimana terdapat peningkatan kapasitas layanan melalui efisiensi pemanfaatan spektrum frekuensi radio. Sistem penyiaran televisi digital bukan hanya mampu menyalurkan data gambar dan suara tetapi juga memiliki kemampuan multifungsi dan multimedia seperti layanan interaktif dan bahkan informasi peringatan dini bencana.

Dalam hal ini, pemerintah berusaha untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat dan menganggapnya sebagai suatu peluang bagi pengembangan industri penyiaran nasional ke depan. Namun diluar itu semua ternyata televisi memiliki banyak dampak ngatif bagi para penonton  nya terutama pada anak-anak. berikut merupakan gambaran umum dampak negatif televisi.

Kelemahan Televisi :
media televisi bersifat sangat terbuka dan sulit di kontrol dampak negatifnya karena kekuatan media ini mampu menyita waktu dan perhatian khalayaknya untuk meninggalkan aktivitasnya yang lain pada waktu bersamaan. dan ini sangat berbahaya pada masyarakat umumnya dan pada anak-anak khusus nya. karena mengapa jika kita melihat sajian-sajian yang di tayangkan di televisi yang terkdang menampilkan kekerasan, menapilkan berita-berita yang bersifat kriminal lainnya. tentu saja ini sangat berdampak negatif pada anak-anak.  anak-anak mungkin saja melakukan tindakan kekerasan atau tindak kriminal lain nya di luar dari jangkauan orang tua. misal nya mereka mempraktekkan tindakan kriminal tersebut di lingkungan sekolah, di lingkungan bermain mereka. hal inilah yang tentunya sangat di hindari. sebenarnya pemerintah juga sudah cukup banyak melakukan upaya-upaya untuk mencegah hal tersebut terjadi, dengan cara menapilkan peringatan di pojok atas televisi atau di pojok bawah televisi dengan tulis BO (Bimbingan orangtua) R (remaja) SU (semua Umur) maksudnya adalah agar orang tua bisa mengontrol anak mereka ketika menonton televisi. Namun pada dasarnya upaya ini belum juga sangat berhasil untuk mengurangi tindak kriminal yang terjadi. televisi ibarat sebuah jarum suntik. media yang sangat-sangat ampuh untuk menarik dan menita waktu para penonton apalagi sajian yang di tayangkan itu menarik. selain itu juga terlevisi dengan sajian-sajian nya kerap kali menampilkan berita-berita infotaiment dari artis nasional hingga artis internasional. tentu saja ini dampak buruk sekali, ketika guru-guru di sekolah meceritakan tentang pahlawan-pahlawan revolusi terdahulu tentunya mereka hanya sekedar mendengar untuk mengingat hal itu mungkin sangat kecil sekali bayangkan saja saat mereka pulang sekolah melihat televisi menampilkan berita-berita infotainment dengan gambar dan suara yang jelas tentu mereka lebih gampang mengingat nya daripada apa yang mereka dapatkan dari sekolah.
disinilah peran penting orang tua di rumah dan guru-guru di sekolah untuk lebih iuntens memperhatikan anak-anak mereka. terlebih lagi pada orang tua harus sangat-sangat memperhatikan anak nya pada saat menonton televisi serta membatasi waktu mereka untuk menonton televisi.






























l

Senin, 10 Desember 2012

government relation bertugas menjembatani kepentingan perusahaan dengan instansi pemerintah yang terkait dengan operasional usaha nya. fungsi ini sangat di butuhkan bagi perusahaan yang lokasi operasional nya menempati atau bersinggungan dengan wilayah lokal. seperti perusahaan atau pengolahan hutan.


MEULABOH - Aktivitas penambangan batubara di Kecamatan Meureubo, Aceh Barat yang sempat terhenti pada Senin (26/11) akibat aksi protes oleh warga Desa Balee, yang mempersoalkan proses rekrutmen tenaga kerja, dilaporkan pada Selasa (27/11) sudah normal kembali. 

Seluruh alat berat yang digudangkan di basecamp sudah kembali beroperasi setelah ada hasil pertemuan masyarakat dengan PT Cipta Kridatama (CK) dan PT Mifa Bersaudara bahwa persoalan itu akan dilakukan pertemuan lanjutan terhadap tuntutan warga tersebut.

Berdasarkan keterangan diperoleh Serambi, Selasa (27/11) kemarin, seluruh alat berat sudah bekerja kembali di lokasi tambang yang dilakukan PT CK yakni subnya dari PT Mifa Bersaudara. Namun sehari sebelumnya, sekitar 200 massa dari warga Desa Balee menghentikan seluruh kegiatan tambang sehingga aktivitas menjadi lumpuh. 

Humas PT CK, Saifuddin yang dikonfirmasi kemarin mengatakan, terhadap pertemuan yang sudah dilakukan antara pihak mereka dengan masyarakat akan dilakukan pertemuan lanjutan yang difasilitasi pihak pemerintah daerah. 

Namun  untuk proses rekrutmen tenaga kerja tidak benar kalau disebutkan tidak diterima penduduk setempat, tetapi untuk proses penerimaan dilakukan bertahap. “Nanti akan ada pertemuan lanjutan sebagaimana hasil pertemuan bersama kemarin (Senin-red), kalau untuk kegiatan penambangan benar sudah normal kembali, memang sempat terhenti sehari,” ujarnya.(riz)

Waktu Tiga Hari

KOORDINATOR aksi sebelumnya, Bustami yang menyampaikan tuntutan itu kemarin mengungkapkan, warga memberikan waktu 3 hari sejak Selasa hingga Jumat  guna diselesaikan oleh Pemkab Aceh Barat terkait masalah penerimaan warga setempat sebagai pekerja di perusahaan itu.  “Bila sampai Jumat (30/11) tidak ada tindak lanjut maka pada Sabtu akan kembali dilakukan aksi serupa menghentikan kegiatan penambangan untuk selamanya,” ujarnya, Selasa (27/11).

Ia mengatakan, yang menjadi tuntutan ada tiga hal. Pertama, tenaga kerja harus 70 persen penduduk setempat sebagaimana MoU antara Pemkab dan PT Mifa selaku pemilik tambang, baik di PT CK maupun perusahaan lain sub dari PT Mifa. 

Kedua, dibangun klinik di sekitar tambang sehingga ketika ada penduduk yang sakit akibat debu batubara bisa segera diobati. Ketiga, adanya perjanjian dilakukan penghijauan kembali pada lokasi tambang yang sudah digali sehingga tidak membawa malapetaka di kemudian hari ketika perusahaan tambang tidak beroperasi lagi.(riz)

Paling Lambat Senin

KADIS Pertambangan Perindustrian Perdangangan dan Koperasi Aceh Barat, Drs Zulkarnain ditanyai Selasa (27/11) kemarin mengatakan, terhadap hasil pertemuan di lokasi tambang terhadap aksi itu sudah dilaporkan ke bupati dan sudah disepakati pula dalam waktu dekat dan paling lambat hari Senin (3/12) digelar pertemuan bersama melibatkan Dinas Tenaga Kerja, Dinas Pertambangan, Kantor Lingkungan Hidup dan beberapa dinas teknis lainnya.

“Pertemuan lanjutan juga akan dihadirkan PT CK dan PT Mifa serta perwakilan masyarakat dari sejumlah desa di sekitar tambang itu. Kita rencanakan paling lambat hari Senin depan ini,” jelasnya.(riz)

disini lah peran government relation dalam menangani masalah hubungan pemerintah serta penduduk setempat. humas menjembatani antara pemerintah dengan penduduk stempat agar terciptanya saling pengertian, itikad baik. yang pada akhirnya akan menimbulkan image positif bagi sebuah perusahaan.misal nya perusahaan membangun masjid di kampung tersebut, membangun sekolah dan infrastruktur lain nya. intinya perusaan menginginkan image yang baik dan kelancaran sebua perusaahaan.

Editor :

Senin, 26 November 2012

pendapat sekumpulan orang mengenai hal tertentu

Opini publik adalah pendapat sekumpulan orang mengenai sesuatu hal tertentu. Hal tertentu itu, bisa mengenai issue, produk, orang, lembaga, & lain sebagainya. Tentang issue, yang dimaksud adalah sesuatu persoalan atau pokok permasalahan atau kejadian yang hangat dibicarakan. Sesuatu persoalan atau yang hangat dibicarakan biasanya yang sedikitnya mengandung opini yang berlainan. Jika pendapat atau opini itu didukung oleh sebagian besar orang, Clyde L. King menyebut sebagai penilaian sosial, maka penilaian sosial itu merupakan opini publik. Sebab opini publik tersebut sudah merupakan sikap orang-orang mengenai sesuatu soal. Leonard Dubb menyatakan bahwa opini publik itu berhubungan dengan sikap manusia yaitu sikap pribadi maupun kelompok.
Negara dalam keadaan krisis kepercayaan seperti di Indonesia sekarang ini, opini publik mampu menempatkan kedudukan yang tinggi. Demonstrasi yang marak terjadi di kampus-kampus perguruan tinggi di Indonesia telah menempatkan begitu diseganinya publik kampus sehingga opini publik yang berasal dari kampus ini menjadi berita utama media massa di Indonesia.
 
Opini publik menampakkan kekuatan yang besar sekali sebagai sarana pemersatu atau kesatuan menghadapi segala sesuatu yang dianggap tidak berjalan sebagaimana mestinya di negara Indonesia. Opini para mahasiswa di kampus-kampus terkenal, baik PTN maupun PTS menjadi perhatian utama untuk pemegang kebijaksanaan pemerintahan Negara Indonesia. Suara atau opini publik kampus, menjadi pemberitaan di media massa pers baik surat kabar, majalah-majalah berita, ataupun internet. Demikian juga pada media massa televisi, hampir setiap stasion televisi swasta menayangkan gerakan mahasiswa di kampus-kampus yang berisi pernyataan mereka dalam menghadapi krisis kepercayaan terhadap pemerintah. Opini mahasiswa ini adalah opini publik kampus menghadapi situasi ekonomi, politik, & sosial-budaya yang melanda Indonesia. 

Krisis kepercayaan pada pemerintah ini tidak dapat membentuk opini publik keseluruhan masyarakat yang menaruh perhatian pada situasi yang berat di negara Indonesia. Opini publik yang berasal dari gerakan mahasiswa ini merupakan kekuatan yang patut diperhatikan oleh pemerintah dengan aparaturnya dalam menentukan kebijaksanaan yang tepat untuk mengatasi segala permasalahan yang melanda negara Indonesia. Keputusan yang tepat yang akan diambil pemerintah, patut memperhatikan kekuatan opini publik yang berasal dari gerakan mahasiswa. Opini publik yang berasal dari kampus jangan dicurigai sebagai sesuatu yang membahayakan, tetapi pemerintah perlu memasukkan sebagai suatu masukkan yang berharga.

Adanya keberanian Menteri BUMN Dahlan Iskan untuk melaporkan praktek pemerasan yang disinyalir dilakukan oleh anggota dewan terhadap BUMN merupakan moment yang tepat untuk membersihkan BUMN kita dari praktek – praktek yang tidak sehat. Beberapa menteri BUMN terdahulu tidak ada yang berani untuk mengungkap kasus ini ke publik. Bisa jadi beberapa menteri BUMN terdahulu, merasa menikmati dengan praktek – praktek tersebut atau juga ada perasaan takut terhadap tekanan politik apabila kasus tersebut sampai terkuak ke publik.
Adanya laporan Dahlan Iskan ke Dewan Kehormatan DPR diibaratkan “petir di siang bolong” bagi para politisi di senayan. Dalam hal ini Dahlan Iskan diibaratkan sedang “manabuh genderang Perang” dengan para politisi. Secara kelembagaan kondisi disinyalir akan memperburuk hubungan antara kedua lembaga Negara tersebut. Namun, positifnya adanya bahwa kasus ini merupakan praktek “pembersihan” di kedua lembaga tersebut. Bagi BUMN, kasus ini justru agar BUMN mampu mengurangi ketergantungan politik terhadap DPR, dan secara professional kasus ini akan lebih menyehatkan BUMN dari kebocoran – kebocoran.
Sedangkan bagi DPR, mencuatnya kasus  ini juga akan membersihakan tuduhan – tuduhan negatif yang selama ini beredar yang memang harus dibuktikan kebenarannya. Untuk jangka panjang, apabila kasus ini ditangani secara serius bukan tidak mungkin elit politik, partai politik, dan DPR sendiri menjadi professional dan mandiri. Dengan demikian demokrasi kita menjadi sangat sehat dan tidak korup.
 Salah satu problematika kita dalam berbangsa dan bernegara tidak lain adalah rendahnya Good Governance dan Clean Government. Dalam beberapa hasil survey terkait dengan kedua hal tersebut, Indonesia selalu berada di urutan terbawah atau terburuk. Salah satu penyebabnya tidak lain adalah begitu tingginya intervensi politik dalam kegiatan birokrasi sehingga potensi korupsinya sangat tinggi.
Dengan demikian keberanian Dahlan Iskan membongkar praktek pemerasan di tubuh BUMN diibaratkan membuka salah satu “sisi gelap” dalam pengelolaan bisnis pemerintah yang selama ini tidak pernah terungkap secara jelas di publik.
Terdapat 3 (tiga) aspek yang terkait dengan kasus pelaporan kasus pemerasan oleh Dahlan Iskan antara lain:
Pertama, Dilihat dari aspek moral dan profesionalisme. Dilihat dari aspek ini, Dahlan Iskan sebagai penanggungjawab tertinggi di lingkungan kementerian BUMN ingin menunjukkan sikap yang professional dari BUMN tanpa adanya “cacat moral” dalam pengelolaannya. Adanya praktek pemerasan oleh oknum DPR merupakan sebuah “aib” yang akan mengotori reputasi Dahlan Iskan sebagai menteri yang kita kenal sebagai pemimpin yang bersih.Dari sisi ini, sangatlah logis apabila Dahlan Iskan sangat menginginkan  agar lembaganya menjadi lembaga yang professional.
Kedua. Dilihat dari aspek politik. Dilihat dari aspek ini, sebagian kalangan menganggap bahwa mencuat kasus ini sangat bermuatan politis yang sangat tinggi. Terdapat sebagian kalangan yang menganggap bahwa kasus ini merupakan bagian dari “pencitraan” baik bagi rezim yang berkuasa saat ini atau bagi Dahlah Iskan sebagai tokoh yang saat ini “didolakan” oleh publik. Bahkan sebagian kalangan lainnya bahwa kasus ini merupakan skenario dari pengalihan isyu guna menutupi beberapa kasus korupsi yang lebih besar yang saat ini sedang ditangani oleh KPK seperti kasus wisma atlet dan Hambalang.
Ketiga, Dilihat dari aspek hukum. Dilihat dari aspek hukum bahwa kejahatan pemerasan terhadap BUMN merupakan sebuah bentuk kejatahan korupsi tinggi atau yang kita kenal dengan white color crime (kejahatan kerah putih) yang dilakukan oleh pejabat yang memiliki kekuasaan politik.
Hal yang menjadi pertanyaan adalah apakah kasus ini sudah saatnya untuk masuk ke ranah hukum atau tidak?. Pada aspek ini sebenarnya terdapat dua pihak yang bertanggung jawab untuk membongkarnya, yaitu pihak pelapor – dalam hal ini Dahlan Iskan dan BUMN – merupakan  pihak yang harus membuktikan secara hukum. Karena kalau sampai kasus ini tidak dapat dibuktikan maka ini hanya akan menjadi sebuah “fitnah” dan “penistaan” terhadap lembaga yang bernama DPR. Dengan demikian secara politis, DPR akan sangat dirugikan karenanya citranya telah jatuh dengan mencuatnya kasus ini.
Pihak kedua adalah lembaga hukum apakah itu kejaksaan atau KPK. Karena mencuatnya kasus ini telah dianggap meresahkan publik dan DPR, maka penagak hukum dalam hal ini kejaksaan dan KPK untuk secara proaktif menelusuri lebih jauh dengan memanggil pihak – pihak yang dianggap dapat mengungkap kasus ini yaitu Dahlan Iskan sendiri dan para direktur di beberapa BUMN yang selama ini “dipalak” oleh oknum DPR.
*Dr. Agus Sjafari,M.Si Adalah Staf Pengajar  FISIP UNTIRTA Serang; Peneliti di The Community Development Institute (CDI)

Minggu, 18 November 2012

Nama kelompok : 1. Faizah.MR
                              2. Yoga Ade Tama
                              3. Renaldy P Prakoso

                                                 CONTOH MEDIA RELATION

Hubungan Pers
Humas dan hubungan pers (public relations dan press relations), keduanya biasa disingkat PR) sering dianggap sama. Tentu saja anggapan ini salah, karena hubungan pers tersebut hanya merupakan salah satu bagian dari humas. Kegunaan hubungan pers bergantung pada sejauh mana peranan dan keberadaan media massa itu sendiri serta tingkat penerimaannya oleh masyarakat. Karena itu hubungan pers lebih populer di negara-negara industri yang sudah maju, yang sebagian besar penduduknya tinggal di daerah-daerah perkotaan di mana media massa ada dalam jumlah serta variasi yang berlimpah.
1. Pengertian Hubungan Pers
Hubungan pers (press relations) adalah upaya-upaya untuk mencapai publikasi atau penyiaran yang maksimum atas suatu pesan atau informasi humas dalam rangka menciptakan pengetahuan dan pemahaman bagi khalayak dan organisasi atau perusahaan yang bersangkutan.
Dalam prakteknya, hubungan pers ternyata tidak hanya terkait dengan kalangan pers (istilah yang populer bagi kalangan media cetak, khususnya jurnalisme surat kabar) saja, melainkan juga semua bentuk media lainnya, media cetak, media bioskop, media elektronik seperti halnya radio dan televisi, dan sebagainya. Istilah-istilah dari dunia media cetak memang cenderung lebih populer, sedangkan istilah lain yang secara harfiah lebih tepat justru tidak diterima secara luas, misalnya saja istilah “hubungan media” (media relations). Meskipun kurang populer bila dibandingkan dengan istilah “siaran berita” atau “paparan berita” (news release), istilah “siaran pers” (press release) ternyata masih cukup banyak yang menggunakannya, termasuk kalangan praktisi humas profesional.
Tujuan pokok diadakannya hubungan pers adalah “menciptakan pengetahuan dan pemahaman”, jadi jelas bukan semata-mata menyebarkan suatu pesan sesuai dengan keinginan perusahaan induk atau klien demi mendapatkan “suatu citra atau sosok yang lebih indah daripada aslinya di mata umum”. Tidak seorang pun yang berhak untuk mendikte apa yang harus diterbitkan, atau disiarkan oleh media massa, setidak-tidaknya di suatu masyarakat yang demokratis. Seperti yang pernah dikemukakan oleh pelopor jasa konsultasi humas di Amerika Serikat, Ivy Ledbetter Lee, dalam bukunya yang berjudul Declaration of Principles terbitan tahun 1906, bahwa semua jenis materi pers harus bebas dari nilai-nilai dan kepentingan sepihak. Kriteria kejujuran dan kenetralan itu juga harus dipegang teguh oleh kalangan praktisi humas.
Setiap pesan atau berita yang disampaikan kepada masyarakat melalui pers haruslah sesuai dengan kenyataan yang sesungguhnya. Baik atau buruknya humas diukur berdasarkan kejujuran dan sikap netralnya. Kepentingan masyarakat, dalam hal ini adalah para pembaca, pendengar, atau pemirsa harus selalu diutamakan. Kalau hal ini benar-benar diperhatikan maka sambutan khalayak pembaca, pendengar, dan pemirsa dengan sendirinya akan positif sehingga perusahaan induk atau klien humas tadi pasti akan memperoleh suatu publisitas yang baik seperti diinginkannya.
2. Upaya Menciptakan Hubungan Pers yang Baik
Selain memasok berbagai materi yang layak diterbitkan, semua praktisi humas juga perlu memahami bagaimana surat kabar dan majalah itu dibuat dan diterbitkan, serta bagaimana memproduksi program-program siaran radio dan televisi. Sebagian pengetahuan tersebut dapat dipelajari hanya dengan observasi. Untuk itu diadakan kunjungan-kunjungan ke sejumlah penerbitan, stasiun radio, dan studio televisi (atau rumah produksi yang memasok program-programnya). Kadang-kadang kita dapat memahami suatu media hanya dengan menelepon orang-orang yang terkait dan mengajukan berbagai pertanyaan yang relevan kepadanya, seperti kapan saat terakhir suatu naskah humas sudah harus diserahkan ke meja redaksi. Ini merupakan bagian dari tugas seorang praktisi humas, yakni berusaha untuk mengetahui segala sesuatunya selengkap mungkin. Kalau tidak mengetahui tenggat atau saat akhir penyerahan naskah ke sebuah majalah atau surat kabar mungkin ia akan terlambat menyodorkan naskah ke redaksi, atau setelah majalah atau surat kabar itu dicetak. Jika ini terjadi maka jerih payahnya menyusun naskah humas itu pun sia-sia.
Berikut ini adalah sebuah ringkasan atau rangkuman atas hal-hal terpenting perihal pers yang harus diketahui oleh seorang praktisi humas.
a. Kebijakan editorial: Ini merupakan pandangan dasar dari suatu media yang dengan sendirinya akan melandasi pemilihan subjek-subjek yang akan dicetak atau yang akan diterbitkannya. Misalnya saja, ada koran-koran yang senantiasa memuat ulasan khusus secara singkat mengenai berbagai macam transaksi bisnis yang terjadi setiap hari.
b. Frekuensi penerbitan: Setiap terbitan punya frekuensi penerbitan yang berbeda-beda; bisa beberapa kali dalam sehari, harian, dua kali seminggu, mingguan, bulanan, atau bahkan tahunan. Praktisi humas juga perlu mengetahui berapa edisi yang diterbitkan dalam tiap penerbitan.
c. Tanggal terbit: Kapan tanggal dan saat terakhir sebuah naskah harus diserahkan ke redaksi untuk penerbitan yang akan datang? Tanggal penerbitan dari suatu media ditentukan oleh frekuensi dan proses pencetakannya. Di Inggris, koran-koran yang memiliki jaringan percetakan di berbagai tempat di luar London, jadi tidak hanya di Fleet Street, biasanya dapat terbit lebih cepat daripada koran-koran lainnya.
d. Proses pencetakan: Apakah suatu media dicetak secara biasa (letterpress), dengan teknik-teknik fotogravur, litografi, ataukah fleksografi? Dewasa ini, teknik percetakan yang populer di seluruh dunia adalah teknik offset-litho.
e. Daerah sirkulasi: Apakah jangkauan sirkulasi dari suatu media itu berskala lokal, khusus di daerah pedesaan, perkotaan, berskala nasional, ataukah bahkan sudah berskala internasional? Teknologi satelit memungkinkan dilakukannya sirkulasi atau distribusi media secara internasional. Beberapa koran dan majalah yang sudah memiliki sirkulasi secara internasional adalah International Herald Tribune, Wall Street Journal, USA Today, Financial Times, The Economist, dan sejumlah surat kabar Cina dan Jepang, terutama Asahi Shimbun.
f. Jangkauan pembaca: Berapa dan siapa saja yang membaca jurnal atau media yang bersangkutan? Seorang praktisi humas juga dituntut untuk mengetahui kelompok usia, jenis kelamin, status sosial, minat khusus, kebangsaan, etnik, agama, hingga ke orientasi politik dari khalayak pembaca suatu media
g. Metode distribusi: Praktisi humas juga perlu mengetahui metode-metode distribusi dari suatu media; apakah itu melalui toko-toko buku, dijajakan secara langsung dari pintu ke pintu, lewat pos atau sistem langganan, atau secara terkontrol (dikirimkan lewat pos atas permintaan atau seleksi).
Ada sejumlah prinsip umum yang perlu diperhatikan oleh setiap praktisi humas dalam menciptakan dan membina hubungan pers yang baik. Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut.
1. Memahami dan melayani media. Dengan berbekal semua pengetahuan di atas, seorang praktisi humas akan mampu menjalin kerja sama dengan pihak media, ia juga akan dapat menciptakan suatu hubungan timbal-balik yang saling menguntungkan.
2. Membangun reputasi sebagai orang yang dapat dipercaya. Para praktisi humas harus senantiasa siap menyediakan atau memasok materi-materi yang akurat di mana saja dan kapan saja hal itu dibutuhkan. Hanya dengan cara inilah ia akan dinilai sebagai suatu sumber informasi yang akurat dan dapat dipercaya oleh para jurnalis. Bertolak dari kenyataan itu maka komunikasi timbal-balik yang saling menguntungkan akan lebih mudah diciptakan dan dipelihara.
3. Menyediakan salinan yang baik. Misalnya saja menyediakan reproduksi foto-foto yang baik, menarik, dan jelas. Dengan adanya teknologi input langsung melalui komputer (teknologi ini sangat memudahkan koreksi dan penyusunan ulang dari suatu terbitan, seperti siaran berita atau news release), penyediaan salinan naskah dan foto-foto yang baik secara cepat menjadi semakin penting.
4. Bekerja sama dalam penyediaan materi. Sebagai contoh, petugas humas dan jurnalis dapat bekerja sama dalam mempersiapkan sebuah acara wawancara atau temu pers dengan tokoh-tokoh tertentu.
5. Menyediakan fasilitas verifikasi. Para praktisi humas juga perlu memberi kesempatan kepada para jumalis untuk melakukan verifikasi (membuktikan kebenaran) atas setiap materi yang mereka terima. Contoh konkretnya, para jurnalis itu diizinkan untuk langsung menengok fasilitas atau kondisi-kondisi organisasi yang hendak diberitakan.
6. Membangun hubungan personal yang kokoh. Suatu hubungan personal yang kukuh dan positif hanya akan tercipta serta terpelihara apabila dilandasi oleh keterbukaan, kejujuran, kerja sama, dan sikap saling menghormati profesi masing-masing.